Puput Putri Lidiawati
Itulah namaku...
Seorang anak perempuan pertama dari keluarga baru.
Nama ini pemberian dari nenekku, aneh yaa? Sudah Puput ditambah Putri lagi. Tapi itulah namaku, tidak bisa dirubah atau diganti.
Tahun demi tahun, aku tumbuh menjadi anak biasa lainnya.
Senang bermain kesana kemari, disayangi, dicintai. Hariku penuh dengan keceriaan, kebahagian. Tawa dan senyum selalu menghiasi hariku.
Sampai suatu hari aku menanyakan arti dari namaku.
Namun, kedua orang tuaku tidak pernah memberitahukannya dengan pasti, setiap saat berubah. Sampai aku bosan akan hal itu.
Lalu kenapa kamu tidak menanyakannya kepada nenekmu?
Ingin sekali aku tanyakan, tapi setiap aku ingin menanyakannya aku lupa akan hal itu. Karna setiap kali aku ke rumah nenek, nenek selalu bercerita tentang masa mudanya yang saat itu merupakan masa penjajahan. Mendengarkan cerita demi ceritanya tak pernah bosan, aku suka sekali sampai aku hanyut dalam ceritanya. Kemudian aku tidak ingat apa tujuanku datang ke rumah nenek. Dan itu berlangsung terus menerus.
Sampai pada suatu hari, nenekku pergi untuk selama-selamanya. Ada penyesalan dari dalam diriku, aku baru ingat dan ingin tahu apa arti namaku. Aku sangat sedih sampai berminggu-minggu aku murung. Aku tidak pernah sesedih itu sepanjang hidupku. Aku kehilangan orang yang selalu mensupport aku, mendukung apapun apa yang ingin aku lakukan, tidak pernah melarang, dan aku telah kehilangan sebagian dari hidupku.
Namun, suatu hari sepupuku bercerita kepadaku. “Nenek pernah bercerita arti namamu, tapi aku pun tidak ingat secara keseluruhan karna sebenarnya arti dari namamu adalah sebuah singkatan.”
Sepanjang itu namaku adalah sebuah singkatan? Aku merasa namaku sangat istimewa, tidak dimiliki oleh orang lain. Yang ia ingat hanya bagian ‘lidia’nya saja yang merupakan singkatan dari nama kedua orang tuaku. Selebihnya tidak ingat. Aku merasa sudah diberi harapan namun hanya sedikit yang terpenuhi tidak banyak. Kecewa? Iya sangat kecewa. Tapi setidaknya aku tahu sedikit arti namaku.
Kemudian ia pun berkata, “Namamu mempunyai arti yang sangat bagus. Aku tidak bisa mengingatnya karna arti dari singkatannya begitu panjang dan itu dari singkatan bahasa sunda. Tidak perlu dipikirkan, sekarang arti namamu adalah dirimu yang saat ini. Kamu orang baik bisa menginspirasi banyak orang dengan semua sikapmu. Teruskanlah, dan tetap rendah hati.”
Aku termenung mendengar ucapan sepupuku.
Sejak saat itu, aku tidak pernah memikirkan arti namaku kembali. Karna apalah arti dari sebuah nama bila orang yang diberi nama tidak pernah menghargai nama tersebut. Namamu adalah doa, jadi jagalah 😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar